3 YOHANES 1:2 ; KESEMBUHAN TERJADI KETIKA KITA PERCAYA KEBENARAN (Pdt Ivan Tanudjaja)

Bacaan:
3 Yohanes 1:2
Saudaraku yang kekasih, aku berdoa, semoga engkau baik-baik dan sehat-sehat saja dalam segala sesuatu, sama seperti jiwamu baik-baik saja.

Yohanes berdoa agar kita baik-baik dalam segala sesuatu, sehat-sehat selalu seperti jiwa kita. Artinya, jiwa kita sudah baik-baik terlebih dahulu. Jangan berpikir jika jiwa kita (dalamnya) sudah baik-baik maka luarnya pasti juga baik-baik. Kita harus berdoa agar luar kita baik sejalan dengan jiwa kita yang sudah baik.

Ada pemikiran bahwa orang mengalami sakit penyakit merupakan kehendak Allah. Bahkan ada yang berpikir penyakit merupakan hukuman dari Allah atau bagian dari memikul salib. Namun di dalam Alkitab dijelaskan bahwa semua orang yang datang kepada Yesus pasti disembuhkan. Tidak pernah tercatat di Alkitab jika Yesus tidak menyembuhkan orang sakit karena itu merupakan hukuman dari Tuhan. Allah kita tidak pernah menegur kita dengan penyakit. Ia menegur dan mendidik kita melalui firmanNya.

Ada pula pemikiran jika kita mendoakan orang sakit namun orang tersebut tidak sembuh, maka itu merupakan kehendak Allah. Kisah mengenai Yesus Menyembuhkan Seorang Anak Muda yang Sakit Ayan (Matius 17:14-21) menceritakan bagaimana murid-muridNya tidak dapat menyembuhkan orang sakit itu namun Yesus langsung menyembuhkannya. Yesus berkata kepada murid-muridNya karena kamu kurang percaya.

Tidak percaya artinya kita tidak menyadari siapa Yesus yang luar biasa. Iman berbicara bagaimana kita memandang Yesus. Jika kita tidak percaya berarti kita tidak memandang Yesus, namun lebih melihat kepada pengalaman dan perasaan kita.

3 Yohanes 1:3-4
3 Sebab aku sangat bersukacita, ketika beberapa saudara datang dan memberi kesaksian tentang hidupmu dalam kebenaran, sebab memang engkau hidup dalam kebenaran.
4 Bagiku tidak ada sukacita yang lebih besar dari pada mendengar, bahwa anak-anakku hidup dalam kebenaran.
Hidup dalam kebenaran berarti percaya sesuatu yang benar, yaitu Injil atau Kabar Baik. Jika kita percaya Injil maka jiwa kita akan baik-baik.

Ada pandangan yang menyamakan gambaran hubungan Bapa dan kita sama seperti hubungan orang tua dan anak di dunia. Ada banyak orang tua yang menghukum anaknya jika anak melawan dan menentang orang tuanya. Namun Bapa di Surga lebih dari pada orang tua dunia.

Gambaran Bapa di Surga dapat dilihat dalam Perumpamaan Anak yang Hilang. Saat anak pulang ke rumah setelah menghambur-hamburkan uang, bapaknya berlari mendapatkan anaknya. Bapaknya tidak menunggu anaknya untuk minta maaf dan mengembalikan uangnya baru dimaafkan. Jadi masalah tidak ada di bapaknya, namun permusuhan, pendakwaan ada di dalam pikiran anaknya.

2 Korintus 5:19-20
19 Sebab Allah telah mendamaikan dunia dengan diri-Nya oleh Kristus dengan tidak memperhitungkan pelanggaran mereka. Ia telah mempercayakan berita pendamaian itu kepada kami.
20 Jadi kami ini adalah utusan-utusan Kristus, seakan-akan Allah menasihati kamu dengan perantaraan kami; dalam nama Kristus kami meminta kepadamu : berilah dirimu didamaikan dengan Allah.

"Allah telah mendamaikan dunia dengan diri-Nya" (ay 19) berarti masalahnya ada di pihak dunia. Oleh sebab itu dikatakan berilah dirimu didamaikan dengan Allah. Allah tidak memiliki permusuhan dengan manusia. Permusuhan ada di dalam hati dan pikiran kita. Itu sebabnya pertobatan harus dimulai dari pikiran kita terlebih dulu.  Pertobatan berasal dari kata "metanoia" artinya change your mind. Ubah pikiran kita dulu jika selama ini kita masih berpikir Allah menentang kita atau sedang menghukum kita.

Sebelum mendoakan orang sakit, orang sakit tersebut harus mempercayai kebenaran terlebih dulu. Mereka tidak dapat sembuh jika mereka mempercayai sesuatu yang salah. Iblis akan mendakwa bahwa apa yang terjadi adalah penghukuman dari Allah dan membuat manusia mempercayainya.

Mazmur 103:2-3
2 Pujilah Tuhan, hai jiwaku, dan janganlah lupakan segala kebaikan-Nya!
3 Dia yang mengampuni segala kesalahanmu, yang menyembuhkan segala penyakitmu.

Disini disebutkan bahwa Allah mengampuni kesalahan baru menyembuhkan penyakitmu. Sebelum kita percaya dosa kita telah diampuni oleh Tuhan, kita tidak akan percaya kalau Allah akan menyembuhkan segala penyakit kita. Penting bagi kita untuk menyadari dan mengucap syukur bahwa dosa kita telah diampuni. Karena apa yang kita percayai (bahwa dosa kita telah diampuni) akan didemostrasikan dalam hidupmu, yaitu kita disembuhkan.

1 Petrus 2:24
Ia sendiri telah memikul dosa kita di dalam tubuh-Nya di kayu salib, supaya kita, yang telah mati terhadap dosa, hidup dalam kebenaran. Oleh bilur-bilur-Nya kamu telah sembuh.

Tuhan Yesus telah memikul dosa kita agar kita yang mati terhadap dosa, hidup dalam kebenaran, yaitu percaya bahwa dosa kita telah diampuni. Kita memproklamirkan bahwa dosa telah diampuni, mengucap syukur akan hal itu. Setelah itu, kesembuhan akan dimanifestasikan dalam hidup kita.
God bless!!

Comments

Popular posts from this blog

MATIUS 8:18-22 HAL MENGIKUT YESUS

LUKAS 8:26-29 YESUS MENGUSIR ROH JAHAT DARI ORANG GERASA