YEREMIA 12:1 KEADILAN TUHAN
Bacaan:
Yeremia 12:1
1 Engkau memang benar, ya TUHAN, bilamana aku berbantah dengan Engkau! Tetapi aku mau berbicara dengan Engkau tentang keadilan: Mengapakah mujur hidup orang-orang fasik, sentosa semua orang yang berlaku tidak setia?
Pada masa Yeremia, bangsa Israel berdosa kepada Tuhan dengan menyembah allah lain untuk beribadah. Allah murka terhadap tindakan bangsa yang dipilihNya. Bahkan Yeremia telah melihatnya sendiri bagaimana bangsanya meninggalkan Tuhan. Maka ia mengeluh kepada Tuhan, mengapa orang fasik, tidak setia menjadi makmur dan berhasil. Keadilan Tuhan memang tidak dapat diselami oleh manusia. Namun Tuhan punya rencana jauh ke depan kepada Israel.
Keadilan Tuhan dinyatakan dengan menjatuhkan hukuman atas setiap dosa dan pelanggaran. Dia tidak akan membiarkan dosa berlalu begitu saja dari hadapanNya. Tuhan tidak bertoleransi terhadap dosa. Dia akan mengganjarnya dengan hukuman. Maka pada Perjanjian Lama, Israel diganjar hukuman sesuai perbuatan mereka meskipun mereka adalah umat pilihan Allah.
Yeremia 12:13
13 Mereka telah menabur gandum, tetapi yang dituai adalah semak duri; mereka telah bersusah payah, tetapi usaha mereka tidak berguna; mereka malu karena hasil yang diperoleh mereka, akibat dari murka TUHAN yang menyala-nyala."
Namun kasih Allah yang begitu besar kepada Israel maka Ia akan mengampuni mereka jika Israel sungguh-sungguh kembali kepada Tuhan. Tuhan menjanjikan pemulihan kepada Israel.
Tuhan rindu untuk mengampuni dosa manusia sedangkan keadilanNya menuntut hukuman atas segala pelanggaran dan dosa. Pada Perjanjian Baru, Salib Kristus menggenapi Kasih Allah dan Keadilan Allah. Hukuman dosa ditanggungkan kepada Yesus sehingga pengampunan dosa dan hidup kekal dapat dianugerahkan kepada orang percaya.
Di jaman sekarang, mungkin kita sering melihat banyak orang-orang fasik yang hidup makmur terlihat tidak adil bagi orang setia kepada Tuhan yang tampaknya lebih susah. Namun Tuhan mengajarkan bahwa mengenal Tuhan adalah kebahagiaan manusia.
Yeremia 9:23-24
23 Beginilah firman TUHAN: "Janganlah orang bijaksana bermegah kerena kebijaksanaannya, janganlah orang kuat bermegah karena kekuatannya, janganlah orang kaya bermegah karena kekayaannya,
24 tetapi siapa yang mau bermegah, baiklah bermegah karena yang berikut: bahwa ia memahami dan mengenal Aku, bahwa Akulah TUHAN yang menunjukkan kasih setia, keadilan dan kebenaran di bumi; sungguh, semuanya itu Kusukai, demikianlah firman TUHAN."
Kita belajar bahwa segala sesuatu yang berasal dari dunia baik kebijaksanaan, kekuatan, kekayaan hanya bersifat sementara dan dapat diambil sewaktu-waktu. Sementara yang berasal dari Tuhan, yaitu kasih setia, keadilan dan kebenaran bersifat abadi. Orang percaya sudah mempunyai sesuatu yang lebih berharga daripada kekayaan dan kemakmuran, yaitu hubungan dekat dan persekutuan dengan Tuhan.
God bless!!
Comments
Post a Comment